Powered By Blogger

AKHLAKUL KARIMAH

Akidah dan Akhlak Seorang Muslimah Seorang wanita disebut muslimah jika wanita tersebut menganut agama islam. Secara otomatis, wanita tersebut haruslah memiliki akidah islam, yang merupakan dasar dari pelaksanaan ajaran islam secara sempurna. Akidah islam tersebut diantaranya : Iman kepada Allah SWT Allah adalah pencipta segala yang ada disekeliling kita, baik yang diketahui maupun tidak. Setiap detik kehidupan kita diketahui dan direkam oleh Sang Pencipta. Sudah selayaknyalah kita merasa diawasi setiap saat setiap waktu. Dengan adanya kesadaran bahwa kita senantiasa diawasi oleh Allah, maka setiap perbuatan yang kita lakukan akan terjaga dari perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Penghambaan total kepadaNya sudah sewajarnya dilakukan. Semuanya berawal dari keyakinan dan keimanan kita akan adanya Allah, Dzat yang menciptakan seluruh isi dunia ini. Dzat tempat kita bergantung dari segala sesuatu. Iman kepada Malaikat Salah satu ciptaan Allah yang lain adalah malaikat. Malaikat adalah makhluk halus yang senantiasa mendampingi kita. Dengan adanya iman kepada Allah, maka berarti kita juga beriman akan semua ciptaanNya, termasuk malaikat. Iman kepada kitab-kitab Kalam Allah tertulis dalam kitab-kitabNya yang diturunkan kepada rasulNya. Dalam kitab-kitab tersebut termaktub ajaran-ajaran islam. Kitab yang terakhir yang wajib kita laksanakan perintah-perintah didalamnya adalah AlQuran. Meski demikian, kita tetap wajib meyakini adanya kitab-kitab sebelumnya yang sudah tidak dapat dijumpai lagi. Iman kepada Rasul-rasul Rasul adalah manusia biasa yang diutus Allah untuk menyampaikan ajaranNya kepada manusia. Rasul yang terakhir diutus Allah adalah Muhammad SAW. Tiada akan ada lagi rasul setelah nabi Muhammad SAW. Beriman kepada rasul, berarti meyakini adanya utusan Allah sebelum nabi Muhammad, dan meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah rasul terakhir, penutup nabi-nabi sebelumnya. Iman kepada Hari Akhirat Meyakini bahwa akan dunia ini hanya sementara, dan akhirat merupakan tempat terakhir untuk hidup kekal selamanya. Iman kepada Qadha dan Qadar Meyakini akan adanya ketentuan dari Allah. Ajaran islam membawa harkat dan matabat wanita ke tempat yang paling tinggi, setelah sebelumnya diinjak-injak dan dianggap sebagai makhluk yang tidak diharapkan. Salah satu cara islam mengangkat harkat seorang muslimah adalah dengan perbaikan akhlak. Islam banyak sekali mengajarkan akhlak seorang muslimah, segala sendi kehidupan diatur didalamnya, dari sana kita dapat melihat betapa sempurnanya ajaran islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Mulai dari akhlak terhadap Allah, rasul, AlQuran, orangtua, suami, tetangga, teman, dan lain-lain. Pada kali ini mungkin saya hanya akan meninjau bagaimana seharusnya akhlak seorang muslimah dari sisi penafsiran surat An-Nur, yang merupakan surat yang khusus ditujukan kepada para muslimah. Pada awal surat ini, disinggung masalah mengenai perzinaan. Hal yang satu ini mungkin menjadi masalah yang sangat sulit diatasi, bahkan dalam kalangan kader dakwah sekalipun. Wanita sebelum dan sepeninggalan masa kejayaan islam selalu diidentikan oleh nafsu syahwat. Hal inilah yang menyebabkan kemunduran peradaban sebuah komunitas masyarakat. Islam sebagai ajaran yang sempurna telah memberitahukan akan bahaya dari zina, dan memberikan aturan-aturan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Salah satunya adalah dengan menutup aurat. Seorang muslimah diharuskan menutup auratnya, sebagaimana disebutkan dalam surat An-Nur ayat 31. Ayat ini berbunyi : “ Katakanlah kepada wanita yang beriman, “ Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka,……” ‘Hendaklah mereka menahan pandangan mereka’ adalah salah satu akhlak yang diajarkan islam kepada para muslimah. Seperti dikatakan dalam sebuah ayat dalam AlQuran, ‘janganlah engkau dekati zina’ . Dapat dikatakan bahwa dengan menahan pandangan akan menjauhkan kita dari perbuatan zina yang dapat menjerumuskan wanita ke lembah maksiat yang lebih dalam. Dari sini dapat kita lihat betapa indahnya islam mengatur kehidupan kita. Dalam hubungan pergaulan antara ikhwan dan akhwat, terdapat aturan-aturan sedemikian rupa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Diantaranya adalah ikhtilat (bercampurnya seorang/beberapa lelaki dan seorang/beberapa perempuan) merupakan salah satu yang diharamkan dalam etika pergaulan ikhwan dan akhwat. Seperti dikatakan dalam sebuah hadits “Tiada bersepi-sepian (berada di tempat sunyi seorang lelaki dan seorang perempuan, melainkan syetan merupakan orang ketiga diantara mereka.” (Diriwayatan Ahmad , Tirmidzi, dan lain-lain). Berbicara dengan lelaki juga diatur dalam ajaran islam. “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara, sehingga timbul keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al-Ahzab : 32). Dari aturan-aturan yang saya baca, saya dapat menyimpulkan bahwa tidak mungkin seorang muslimah dapat besahabat dengan seorang ikhwan, dikarenakan sudah fitrahnya akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bila persahabatan tersebut terjalin. Jika kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, begitu banyak ajaran islam mengenai pergaulan ikhwan-akhwat yang dilanggar. Perzinaan sudah merebak dimana-mana, secara langsung maupun tidak langsung hal tersebut mengakibatkan kehancuran pada sebuah komunitas masyarakat, padahal ini hanyalah salah satu akhlak yang seharusnya dimiliki oleh setiap muslimah. Sungguh benar perkataan seorang bijak, bahwa baik tidaknya sebuah negara ditentukan oleh wanita yang berada didalamnya. Sungguh islam memang memberikan aturan untuk kemuliaan dan kebaikan umat manus

Kamis, 07 April 2011

cara membuat antena sederhana penangkap sinyal hotspot

Berbagai cara dilakukan oleh para penggila wifi untuk dapat meningkatkan kualitas tangkapan gain sinyal perangkat wifi mereka untuk menambah tangkapan sinyal dari akses point ataupun hotspot. Hal ini dilakukan pada umumnya untuk dapat terus menggunakan akses internet maupun sumber daya jaringan lain yang terhubung dengan akses point atau hotspot tersebut. Kualitas tangkapan sinyal dari sebuah perangkat wifi pada arsitektur 802.11 a/b/g atau n dalam menangkap sinyal wifi dari pancaran sebuah akses point atau hotspot pada umumnya dibatasi oleh beberapa hal. Faktor jarak yang relatif jauh dan juga factor hambatan lain seperti pemasangan sebuah hotspot yang tidak benar pada ruangan gedung yang tidak terjangkau juga menjadi salah satu sebab berkurangnya kualitas tangkapan sinyal pada perangkat wifi di komputer anda.
Beberapa alat tambahan dibuat dan dijual secara komersil oleh produsen perangkat wifi untuk dapat meningkatkan kualitas tangkapan sinyal perangkat wifi standar. Namun karena beberapa faktor seperti harganya yang cukup mahal membuat perangkat tersebut kurang begitu diminati oleh para konsumennya. Salah satu alat yang biasa digunakan untuk meningkatkan kualitas sebuah perangkat wifi adalah antenna wifi eksternal yang dapat anda jumpai pada toko-toko komputer di kota anda.
Namun bagi anda yang terlanjur membeli sebuah wifi USB adapter standard dan merasa tidak puas dengan hasil tangkapan sinyal wifi anda tersebut, maka anda dapat mengubah wifi USB adaptor anda tersebut menjadi sebuah antenna wifi USB eksternal dengan sedikit kreatifitas.
Antena Wifi USB atau biasa disebut dengan Uni-Directional Wifi Range Extender adalah sebuah perangkat tambahan pada sebuah komputer yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tangkapan sinyal wireless standar dari jarak yang cukup jauh dengan menggunakan adapter USB Wifi standar.
Dalam pembuatan antenna Wifi USB ini kita tidak memerlukan modifikasi apapun pada adapter USB wifi standar kita ataupun mengubah bentuk fisik komputer (PC) anda. Hanya sebuah jalan pintas yang mudah untuk meningkatkan kekuatan sinyal dan jarak dari adaptor USB Wifi anda. Dan cara ini bekerja juga untuk seluruh jenis adaptor USB wifi standar yang biasa anda pakai.
Alat dan Bahan
Dalam proses pembuatannya, yang anda perlukan untuk membuat antenna Wifi USB ini adalah beberapa peralatan yang relatif murah, sederhana, dan mudah anda dapatkan di dalam rumah anda. Adapun bahan-bahan yang perlu disiapkan tersebut adalah :

* Tutup Panci/wajan penggorengan (bahan dari metal)
* Tang (untuk melubangi tutup panci)
* Lem Alteco (perekat)
* Permen Karet
* USB Wifi Adapter
* USB Extension Cable

Langkah Pertama – Membuka tutup panci
Ketika anda membeli sebuah tutup panci, pada umumnya tutup panci tersebut memiliki pegangan yang dapat dilepas dengan cara memutarnya. Bukalah pegangan tutup panci tersebut dengan cara memutar pegangan panci tersebut sehingga lubang pegangan tutup panci tersebut terbuka.
Langkah Kedua – Melubangi Tutup Panci
Tutup panci harus anda coak terlebih dahulu agar lubang yang tersedia cukup besar, dimana lubang tersebut nantinya berguna untuk menempatkan extension cable yang telah disiapkan. Gunakan tang untuk melubangi tutup panci tersebut. Lubangi bagian tengah tutup panci anda dengan cara di coak menggunakan tang yang telah disiapkan. Yang perlu di ingat adalah lubang yang dibuat harus pas untuk extension cable yang nanti akan ditancapkan pada tutup panci tersebut.
Langkah ketiga – Memasukkan USB extension cable
Masukkan bagian Female end dari USB extention cable anda (bagian kabel yang tidak konek ke komputer atau yang akan masuk ke dalam slot USB wifi adapter) kedalam lubang yang baru saja dilubangi. Jika belum pas, maka lubangi kembali tutup panci hingga sesuai dengan bagian tersebut.
Langkah Keempat – Memperkuat USB Extension Cable
Setelah USB extension cable telah terpasang pada tutup panci, kemudian rekatkan permen karet yang telah disiapkan (kunyah dulu sebelum direkatkan hingga permen karet lembek). Kemudian lem bagian tersebut hingga mengeras atau kuat dengan menggunakan lem alteco. Tujuan utama langkah ini adalah agar antara USB extension cable dan bagian metal tutup panci tersebut tidak bergoyang. Pastikan lem tersebut benar-benar kuat dengan cara mengelem pada kedua sisi konektor tersebut.
Langkah Kelima – Memasang USB wifi Adapter
Setelah lem merekat kuat pada bagian yang diinginkan, maka antenna wifi USB anda telah siap digunakan. Langkah terakhir adalah menempatkan USB wifi adapter anda kedalam port yang tersedia pada antenna wifi anda.
Langkah Terakhir – Memasang Antena
Langkah terakhir adalah menghubungkan male end USB antenna wifi anda tersebut (dari extension cable) ke dalam port USB di komputer anda. Ada baiknya jika anda menggunakan alat penyangga untuk menahan perangkat ini agar mudah digunakan dan diarahkan. Anda dapat menggunakan tripod handycam atau menempelkannya langsung pada jendela kamar anda.
Kini anda dapat menikmati kekuatan sinyal wifi yang kuat dari jarak yang relatif jauh. Nyalakan aplikasi Netstumber atau Kismet untuk melihat kekuatan gain sinyal wifi yang bisa anda dapatkan. Dan alat ini telah siap untuk ber-war driving sinyal wifi hotspot tetangga anda Namun perlu diingat bahwa alat ini digunakan untuk memfokuskan penangkapan sinyal pada target pemancar sinyal, sehingga pada penggunaannya, arahkanlah alat ini pada sebuah pemancar sinyal atau hotspot agar penggunaannya lebih maksimal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar